25 Juni 2026
Lazisnu MWC NU Karanganyar Tebar Kasih di Bulan Muharram, Santuni Puluhan Yatim Piatu
**PEKALONGAN** – Dalam rangka menyemarakkan bulan mulia Muharram 1448 H, Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan pentasyarufan santunan bagi anak yatim piatu. Kegiatan bertajuk **"Mahabbah Muharram 1448 H"** ini berlangsung khidmat di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Hasbullah, Karanganyar, pada Kamis, 25 Juni 2026. ### Wujud Kepedulian dan Syiar Islam Ketua LAZISNU MWC NU Karanganyar menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran NU di tengah masyarakat, khususnya dalam memberikan perhatian lebih kepada anak-anak yatim piatu. "Alhamdulillah, momentum bulan Muharram atau yang sering disebut sebagai 'Lebaran Anak Yatim' ini kami manfaatkan untuk berbagi kebahagiaan. Melalui kegiatan Mahabbah Muharram, kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian sosial adalah pilar penting dalam gerakan Nahdlatul Ulama," ujarnya. ### Harapan bagi Masa Depan Anak Yatim Acara yang dihadiri oleh pengurus MWC NU, pihak yayasan, serta wali santri ini berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan. Selain penyaluran santunan berupa paket bantuan, kegiatan ini juga diisi dengan doa bersama demi keberkahan bagi para dermawan (munfiq) dan kebaikan masa depan anak-anak yatim yang menerima santunan. Pihak Yayasan Pendidikan Islam Hasbullah menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap kolaborasi antara LAZISNU dan lembaga pendidikan dapat terus terjalin kuat, sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh para santri dan anak-anak yang membutuhkan di wilayah Karanganyar. ### Semangat Berbagi Pentasyarufan ini diharapkan mampu memantik semangat warga Nahdliyin untuk terus menyisihkan sebagian hartanya melalui LAZISNU. Dengan sistem pengelolaan yang transparan dan amanah, LAZISNU MWC NU Karanganyar berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah yang dititipkan tersalurkan tepat sasaran kepada mereka yang berhak (mustahik). Kegiatan ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, seraya memohon agar semangat berbagi ini terus terjaga, tidak hanya di bulan Muharram, tetapi juga di hari-hari lainnya. *Pewarta: Redaksi NU Karanganyar* *Foto: Dokumentasi Humas LAZISNU MWC NU Karanganyar*